Selasa, 29 Desember 2009

Mari NgoProl yuk!

sudah kan kalian tahu dan mempunyai akun koprol? jika belum daftarlah he.. he.. bukan maksa cuma menyarankan mencoba! karena saya adalah member disana yang sekitar 3 bulan mungkin dan merasakan suasana jejaring sosial yang baru dan banyak fiturnya.


Apa sih KOPROL?
koprol ialah koprol ini adalah sebuah layanan jejaring sosial berbasis lokasi. hmmm... microblogging seperti twitter, plurk dll,
Bagaiman seh daftar di koprol ?
emang apa kelebihan Koprol ?
yang saya tahu ya? hmmm...

intinya microblogging berbasis lokas.kemudian adanya gabungan  fitur microblogging tentunya threaded dan location. Jika anda pernah gabung di twitter dan plurk mungkin anda akan menemukan fitur yang telah di mix di koprol ini... he.. he... sok tw tapi terasa seperti itu.
dan sebenarnya koprol ini lebih menekankan untuk pengguna mobile! dan banyak lagi kelebihan dari microblogging ini ha... ha.. banyak lah...




Penalaran dalam karangan

Prinsip dan unsur penalaran
Karanagan ilmiah mengemukakan dan membahas fakta secara logis dan sistematis dengn bahasa yang baik dan benar. Ini berarti bahwa untuk menulis karangan ilmiah diperlukan kemampuan menalar secara ilmiah.
Melalui proses penalaran, kita dapat samapai pada kesimpulan yang berupa asumsi, hipotesis atau teori. Penalaran disini adalah proses pemikiran untuk memperoleh kesimpulan yang logis berdasarkan fakta yang relevan. Dengan katalain, penalaran adalah proses penafsiran fakta sebagai dasar untuk menarik kesimpulan.
Menurut prosesnya, penalaran dibedakan menjadi dua. Penalaran ilmiah merupakan sintesis antara kedua jenis penalaran berikut ini:
Penalaran induktif
Secara formal dapat dikatakan bahwa induksi adalah proses penalran untuk sampai pada suatu keputusan, prinsip, atau sikap yang bersifat umum dan khusus, beradasarkan pengamatan atas hal-hal yang khusus.
Diagramnya :











Proses induksi dapat dibedakan :
  1. Generalisasi Ialah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas jumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala serupa.
  2. Analogi, Analogi disini adalah suatu proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus lain yang memiliki sifat-sifat esensial yang bersamaan.
  3. Hubungan sebab akibat, Penalaran dari sebab ke akibat mulai dari pengamatan terhadap suatu sebab yang diketahui. Berdasarkan itu, kita menarik kesimpulan mengenai akibat yang mungkin ditimbulkan.
Penalaran deduktif
Penalaran deduktif didasarkan atas prinsip, hukum, atau teori yang berlaku umum tentang suatu hal atau gejala. Berdasarkan prinsip umum itu, ditarik kesimpulan tentang sesuatu yang khusus, yang merupakan bagiuan dari hal atau gejala itu. jadi, penalaran deduktif bergerak dari hal atau gejala yang umum menuju pada gejala yang khusus.
Diagramnya :


Pernyataan dasar dalam logika disebut premis. Di dalam penalran deduktif, berdasarkan premis itu ditarik kesimpulan yang sifatnya lebih khusus. Penarikan kesimpulan deduktif tidak menghasilkan pengetahuan baru sebab kesimpulan sudah tercantum didalam premisnya secara tersirat. Menurut bentuknya. Penalaran deduktif dapat berupa silogisme atau entimem.
Silogisme
Merupakan penalaran yang formal. Dalam kehidupan sehari-hari kita jarang menemukan penalaran bentuk ini. Kita biasanya hanya mengikuti polanya.
Contoh :
“saya tidak menyukai rendang karena pedas sekali”
Kalimat diatas dapat kita kembalikan pada bentuk formal, yaitu:
1. Saya tidak menyukai masakan pedas
2. Rendang masakan pedas
3. Karena itu, saya tidak menyukai rendang.

Premis dan terem
Silogisme di atas terdiri atas tiga kalimat. Kalimat (1) merupakan pernyataan dasar umum yang disebut premis mayor. Predikat di dalam premis mayor disebut premis minor. Predikat pada premis minor disebut terem penengah.. kalimat (3) merupakan kesimpulan yang ditarik berdasarkan premis mayor dan premis minor. Subjek pada kesimpulan itu merupakan terem minor. Terem penengah mengubungkan terem mayor dengan terem minor dan tidak boleh terdapat pada kesimpulan.
Terem adalah sebuah kata atau kelompok kata yang menempati fungsi subjek (S) atau predikat (P) dalam kalimat.
Proposisi
Kalimay (1),(2 dan 3) di atas dalam logika disebut proposisi. Jadi proposisi adalah kalimat logika yang berisi pernyataan tentang hubungan antara dua terem. Hubungan itu mungkin positif (berisi pembenaran), yakni menyatakan adanya hubungan antar terem mungkin pula sebaliknya.
Entimem
Bentuk ini biasa kita temukan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya entimem adalah silogisme. Hanya saja, didalam entimem salah satu premisnya dihilangkan/ tidak diucapkan karena telah sama-sama diketahui.
Contoh :
“Saudara terpilih sebagai mahasiswa teladan, karena itu, saudara berhak menerima hadinya.”
Penyusunan definisi
Definisi ialah pernyataan yang tepat mengenal makna kata atau konsep.
Definisi dapat terbagi atas :
Definisi nominal
Definisi ini dibentuk dengan cara:
Memberikan kata asal. Misal, kata biologi dari bio tang berarti hidup dan logos berarti ilmu
Memberikan sinonim atau padanan “tenaga eksogen ialah kekuatan yang datang dari luar”.
Memberikan kata populer yang berupa kata kajian (kata yang dipergunakan sebagai istilah dalam bidang tertentu) misalnya. “fakta ialah kenyataan yang dapat dilihat”
Memberikan padanan dalam bahasa Indonesia. Misalnya, sophisticated ‘canggih’.
Definisi formal
Disusun per genus et differentis. Kata tau konsep yang akan didefinisikan kedalam genusnya (proses klasifikasi), kemudian ditunjukan ciri-ciri pembedanya(diferensiasi).
Misal :


Definisi operasional
Definisi ini diperlukan dalam rencana penelitian. Karena menunjukan apa yang akan dilakukan untuk mengukur suatu konsep sehubungan dengan masalah penelitian.
Definisi luas
Merupakan uraian panjang lebar, mungkin satu paragraf, satu bab, mungkin pula suatu karangan. Definisi ini kita perlukan apabila kita menghadapi konsep yang rumit, yang tidak mungkin dijelaskan dengan kalimat pendek.

Sumber :
Mampu Berbahasa Indonesia, Untuk Perguruan tinggi. Cetakan ke-9. Sumadipura Sutedja, Syam Harmoni.Bandung, 2006

Jumat, 25 Desember 2009

Principle of the Adaptive Dimension

Principle of the Adaptive Dimension

  • Adaption to curriculum, intruction, anda learning environment should be guided by the following beliefs:
  • The adaptive dimension includes all student in all educational setting.
  • The adaptive dimension place expectation upon the teacher and support personel to asses, plan, and deliver appropriate learning experiences for all student
  • The adaptive dimension recognizes that students approach learning in multiple ways
  • The adaptive dimension recognizes the importance of careful pr-planning for intruction
  • The adaptive dimension requires the teacher to attend to the learner, the learning task, and the learning environment
  • The adaptive dimension requires that assessment practices align with the adaptations to curriculum and instruction provided for the student
  • The adaptive dimension expects student diversity, as reflected in individual differences, to be the key consideration for teacher planning
  • The adaptive dimension assumes that there is an interrelationship among the variables associated with adaption.
Source :
Chapter 3.The Adaptive Dimension, in Instructional Approaches/A framework for Professional Practice. Saskatchewan Education.
Terkumpul Dari dan Oleh : hany kamarga

Kamis, 22 Oktober 2009

Tips Belajar TI Otodidak

Tips Belajar TI Otodidak
By Antonious Aditya Hartanto
Hak cipta Pcplus/18-31 Agustus 2009/Pcplus340
Belajar TI enggak perlu guru atau tutor. Asal tekun, giat belajar otodidak juga bisa......
1.Tetapkan tujuan
Supaya efektif, sesuaikan aktivitas belajar TI dengan keperluan anda. Tentukan tujuan belajar ini dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
2.Fokus pada satu hal
Jika anda telah merasa cukup menguasa satu hal di dunia IT, inilah saatnya anda mendalaminya lebih jauh, tentunya sesuai dengan kebutuhan anda.
3.Tidak ada satu solusi untuk semua
Harus disadari tidak ada yang paling hebat atau paling lemah di kancah ini. Dan tak ada pula satu teknologi yang andal di semua lingkungan IT.
4.Berani mencoba tantangan baru
Anda bisa memulai dengan membuat proyek sendiri atau mengerjakan proyek orang lain yang tingkatnya lebih sulit dari yang pernah anda kerjakan.
5.Dokumentasikan
Penting juga.... mendokumentasikan apa yang pernah anda lakukan atau kerjakan. Ibaratnya sebagai backup jika dilain waktu dibutuhkan kembali.

Apa Definisinya ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO